LANGKAH
SYAR’IYYAH MENGUSIR SYETAN DARI RUMAH
Menjaga lebih baik daripada mengobati. Namun terkadang kita tidak menyadari
bahwa kondisi rumah kita selama ini rawan dijadikan sarang syetan, atau
gangguan mereka sudah terlanjur datang dan mereka telah melakukan serangan,
baik kepada diri kita maupun kepada anggota keluarga lainnya. Jika demikian
keadaannya, lakukanlah tindakan pembersihan. Namun jangan sekali-kali
menggunakan jasa dukun atau orang pinter untuk mengusir dan memburu syetan.
Karena mereka sendiri hakikatnya adalah agen syetan di bumi ini.
Kalau dengan cara perdukunan, gangguan syetan di rumah hilang, maka itu adalah
tipuan. Hilangnya gangguan hanya sementara, lalu akan muncul lagi. Atau
gangguan yang ada selama ini hilang, tapi secara tidak sadar, ternyata kita
sudah masuk pada gangguan syetan lainnya, yaitu memanfaatkan jasa perdukunan
yang beraroma kesyirikan. Keluar dari sumur, lalu masuk ke jurang yang lebih
dalam.
Karena pada dasarnya kita tidak bisa melihat wujud asli jin atau syetan, maka
sangat mustahil bagi kita untuk menangkap jin pengganggu lalu membuangnya.
Kalau kita melakukan hal itu, berarti kita telah melakukan tindakan yang
konyol. Lebih baik bagi kita untuk memohon langsung kepada Dzat yang menguasai
mereka, iblis dan teman-temannya.
1.
Membaca Surat Al-Baqarah
Perhatikanlah apa yang telah diinformasikan Rasulullah SAW. Abu Hurairah
berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Janganlah
menjadikan rumah kalian kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang di
dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim dan Ahmad). Rasulullah
tidak pernah berbohong. Yang berbohong adalah mereka yang menghadapi gangguan
syetan dengan cara-cara yang tidak pernah dicontohkan atau diperintahkan oleh
beliau.
2.
Membaca Ayat Kursi
Simaklah apa yang diberitahukan oleh Abdullah bin Mas’ud. Ia berkata, “Salah seorang sahabat Rasulullah pernah
diberitahu oleh jin, ‘Bacalah: Allahu lailaha illa huwal hayyul qayyum … (ayat
Kursi), karena tidaklah engkau membaca ayat Kursi di suatu rumah, kecuali
syetan akan keluar darinya.” (HR. ad-Darimi)
3.
Melantunkan Adzan
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW. bersabda, ‘Sesungguhnya syetan apabila
mendengar panggilan untuk shalat (adzan), lari menjauh sambil terkentut-kentut,
sampai pada jarak yang tak terdengar (adzan). Apabila sudah selesai adzan dia
kembali lagi untuk mengganggu. Dan apabila dia mendengar iqomah, dia kabur ke arah
yang tak terdengar (iqomah). Apabila selesai iqomah, dia kembali lagi untuk
mengganggu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kaburnya syetan tidak hanya ketika mendengar lafadz-lafadz yang dikumandangkan
untuk pangilan shalat saja, tetapi bersifat umum. Artinya kapan saja dan dimana
saja. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa Zaid bin Aslam ketika ditugaskan di daerah
Madain orang-orang memberitahukan kepadanya bahwa daerah tersebut banyak dihuni
oleh jin. Maka dia memerintahkan para penduduk di sana untuk mengumandangkan
adzan sesering mungkin. Setelah itu mereka tidak lagi melihat tanda-tanda
keberadaan jin-jin di daerah tersebut. (Al-Kalimuth-Thayyib: 53)
4.
Membacakan Do’a
Dalam kitabnya, Syekh Wahid Abdus salam memberikan kepada kita tips untuk
mengusir gangguan syetan dari rumah.
Kita bacakan: “Unasyidukum bil ‘ahdil ladzi akhodza ‘alaikum Sulaiman, an
takhruju wa tarhalu min baitina. Unasyidukumullah an takhruju wa la tu’dzu
ahada” (Aku peringatkan kalian dengan sumpah yang pernah diucapkan nabi
Sulaiman kepada kalian, Keluarlah dan pergilah kalian dari rumah kami. Aku
bersumpah dengan nama Allah SWT. keluarlah kalian dan jangan menyakiti
siapapun). Kalau mau, diulang tiga kali.
Setelah itu, ambil air dalam wadah dan bacakan do’a di dekatnya: “Bismillah,
amsaina billahil ladzi laisa minhu syaiun mumtani’, wa bi’izzatillahil ladzi la
turomu wa la tudhom, wa bisulthonillahil mani’i nahtajib, wa bi asma-ihil husna
kulliha ‘aidzun minal abalisah, wa min syarri syayathinil insi wal jin. Wa min
syarri kulli mu’linin au musir. Wa min syarri ma yakhruju il laili wa yamkunu
bin nahar, wa yamkunu bil laili wa yakhruju bin nahar. Wa min syarri iblisa wa
junudih, wa min syarri kulli dabbatin anta akhidzun bi nashiyatiha, inna robbi
‘ala shirothim mustaqim. A’udzu billahi bimas ta’adza bihi musa wa ‘isa wa
ibrohimal ladzi waffa, min syarri ma kholaqo wadzaro-a wa baro’, wa min syarri
iblisa wa junudih, wa min syarri ma yabghi. A’udzu billahis sami’il ‘alim
minasysyaithonir rojim, bismillahirrahmanirrahim (Dengan nama Allah, kami
berada di sini dengan nama Allah yang tiada sesuatu pun yang dapat
menghalangi-Nya, dan dengan keagungan Allah yang tidak bisa ditandingi atau
dikalahkan. Dengan kekuasaan-Nya yang Maha Mencegah, kami berlindung
dengan-Nya. Dan dengan seluruh nama-nama-Nya yang baik, kami berlindung dari
kejahatan iblis, dan dari kejahatan syetan-syetan manusia dan jin, dan dari
kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri atau tersembunyi, dan dari
kejahatan yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, atau yang
bersembunyi di malam hari dan keluar di siang hari. Dan dari kejahatan yang
telah diciptakan-Nya, dan dari kejahatan iblis dan tentara-tentaranya, dan dari
kejahatan semua makhluk yang berada dalam kekuasaan-Nya. Sesungguhnya Tuhanku
berada di jalan yang lurus. Kami berlindung dengan perlindungan yang dimohonkan
oleh nabi Musa, Isa dan Ibrahim dari kejahatan semua makhluk yang telah
diciptakan-Nya, dan dari kejahatan iblis dan tentara-tentaranya, dan dari
kejahatan makhluk yang membangkang. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar
dan Maha Mengetahui, dari godaan syetan terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang) (Lalu baca surat as-Shaffat: 1 – 10)
Setelah selesai, ciprat-cipratkanlah air yang telah dibacakan ruqyah itu ke
pojok-pojok rumah, niscaya syetan akan kabur dari rumah kita, insya Allah.
5.
Minta Bantuan Seorang Peruqyah
Bila kita belum bisa melaksanakan ruqyah rumah secara mandiri, atau sudah
mencoba berkali-kali, namun gangguan tidak kunjung sirna, maka tidak ada salahnya
kalau kita minta bantuan seorang peruqyah, atau orang muslim shalih lainnya
yang mengerti tentang ruqyah syar’iyyah. Darinya kita bisa belajar, dan
selanjutnya kita bisa melakukan ruqyah secara mandiri. Wallohu a'lam.[]
Sumber: Majalah Ghoib, Edisi 63, Th. IV
cerita hantu online di adahantu
BalasHapusjazakallah kang, makasih info nya :)
BalasHapus