Selasa, 01 November 2011

LANGKAH SYAR’IYYAH MENGUSIR SYETAN DARI RUMAH

          Menjaga lebih baik daripada mengobati. Namun terkadang kita tidak menyadari bahwa kondisi rumah kita selama ini rawan dijadikan sarang syetan, atau gangguan mereka sudah terlanjur datang dan mereka telah melakukan serangan, baik kepada diri kita maupun kepada anggota keluarga lainnya. Jika demikian keadaannya, lakukanlah tindakan pembersihan. Namun jangan sekali-kali menggunakan jasa dukun atau orang pinter untuk mengusir dan memburu syetan. Karena mereka sendiri hakikatnya adalah agen syetan di bumi ini.
          Kalau dengan cara perdukunan, gangguan syetan di rumah hilang, maka itu adalah tipuan. Hilangnya gangguan hanya sementara, lalu akan muncul lagi. Atau gangguan yang ada selama ini hilang, tapi secara tidak sadar, ternyata kita sudah masuk pada gangguan syetan lainnya, yaitu memanfaatkan jasa perdukunan yang beraroma kesyirikan. Keluar dari sumur, lalu masuk ke jurang yang lebih dalam.
          Karena pada dasarnya kita tidak bisa melihat wujud asli jin atau syetan, maka sangat mustahil bagi kita untuk menangkap jin pengganggu lalu membuangnya. Kalau kita melakukan hal itu, berarti kita telah melakukan tindakan yang konyol. Lebih baik bagi kita untuk memohon langsung kepada Dzat yang menguasai mereka, iblis dan teman-temannya.

1.       Membaca Surat Al-Baqarah

          Perhatikanlah apa yang telah diinformasikan Rasulullah SAW. Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Janganlah menjadikan rumah kalian kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim dan Ahmad). Rasulullah tidak pernah berbohong. Yang berbohong adalah mereka yang menghadapi gangguan syetan dengan cara-cara yang tidak pernah dicontohkan atau diperintahkan oleh beliau.

2.       Membaca Ayat Kursi

          Simaklah apa yang diberitahukan oleh Abdullah bin Mas’ud. Ia berkata, “Salah seorang sahabat Rasulullah pernah diberitahu oleh jin, ‘Bacalah: Allahu lailaha illa huwal hayyul qayyum … (ayat Kursi), karena tidaklah engkau membaca ayat Kursi di suatu rumah, kecuali syetan akan keluar darinya.” (HR. ad-Darimi)

3.       Melantunkan Adzan

          Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW. bersabda, ‘Sesungguhnya syetan apabila mendengar panggilan untuk shalat (adzan), lari menjauh sambil terkentut-kentut, sampai pada jarak yang tak terdengar (adzan). Apabila sudah selesai adzan dia kembali lagi untuk mengganggu. Dan apabila dia mendengar iqomah, dia kabur ke arah yang tak terdengar (iqomah). Apabila selesai iqomah, dia kembali lagi untuk mengganggu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
          Kaburnya syetan tidak hanya ketika mendengar lafadz-lafadz yang dikumandangkan untuk pangilan shalat saja, tetapi bersifat umum. Artinya kapan saja dan dimana saja. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa Zaid bin Aslam ketika ditugaskan di daerah Madain orang-orang memberitahukan kepadanya bahwa daerah tersebut banyak dihuni oleh jin. Maka dia memerintahkan para penduduk di sana untuk mengumandangkan adzan sesering mungkin. Setelah itu mereka tidak lagi melihat tanda-tanda keberadaan jin-jin di daerah tersebut. (Al-Kalimuth-Thayyib: 53)

4.       Membacakan Do’a

          Dalam kitabnya, Syekh Wahid Abdus salam memberikan kepada kita tips untuk mengusir gangguan syetan dari rumah.
          Kita bacakan: “Unasyidukum bil ‘ahdil ladzi akhodza ‘alaikum Sulaiman, an takhruju wa tarhalu min baitina. Unasyidukumullah an takhruju wa la tu’dzu ahada” (Aku peringatkan kalian dengan sumpah yang pernah diucapkan nabi Sulaiman kepada kalian, Keluarlah dan pergilah kalian dari rumah kami. Aku bersumpah dengan nama Allah SWT. keluarlah kalian dan jangan menyakiti siapapun). Kalau mau, diulang tiga kali.
          Setelah itu, ambil air dalam wadah dan bacakan do’a di dekatnya: “Bismillah, amsaina billahil ladzi laisa minhu syaiun mumtani’, wa bi’izzatillahil ladzi la turomu wa la tudhom, wa bisulthonillahil mani’i nahtajib, wa bi asma-ihil husna kulliha ‘aidzun minal abalisah, wa min syarri syayathinil insi wal jin. Wa min syarri kulli mu’linin au musir. Wa min syarri ma yakhruju il laili wa yamkunu bin nahar, wa yamkunu bil laili wa yakhruju bin nahar. Wa min syarri iblisa wa junudih, wa min syarri kulli dabbatin anta akhidzun bi nashiyatiha, inna robbi ‘ala shirothim mustaqim. A’udzu billahi bimas ta’adza bihi musa wa ‘isa wa ibrohimal ladzi waffa, min syarri ma kholaqo wadzaro-a wa baro’, wa min syarri iblisa wa junudih, wa min syarri ma yabghi. A’udzu billahis sami’il ‘alim minasysyaithonir rojim, bismillahirrahmanirrahim (Dengan nama Allah, kami berada di sini dengan nama Allah yang tiada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya, dan dengan keagungan Allah yang tidak bisa ditandingi atau dikalahkan. Dengan kekuasaan-Nya yang Maha Mencegah, kami berlindung dengan-Nya. Dan dengan seluruh nama-nama-Nya yang baik, kami berlindung dari kejahatan iblis, dan dari kejahatan syetan-syetan manusia dan jin, dan dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri atau tersembunyi, dan dari kejahatan yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, atau yang bersembunyi di malam hari dan keluar di siang hari. Dan dari kejahatan yang telah diciptakan-Nya, dan dari kejahatan iblis dan tentara-tentaranya, dan dari kejahatan semua makhluk yang berada dalam kekuasaan-Nya. Sesungguhnya Tuhanku berada di jalan yang lurus. Kami berlindung dengan perlindungan yang dimohonkan oleh nabi Musa, Isa dan Ibrahim dari kejahatan semua makhluk yang telah diciptakan-Nya, dan dari kejahatan iblis dan tentara-tentaranya, dan dari kejahatan makhluk yang membangkang. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, dari godaan syetan terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) (Lalu baca surat as-Shaffat: 1 – 10)
          Setelah selesai, ciprat-cipratkanlah air yang telah dibacakan ruqyah itu ke pojok-pojok rumah, niscaya syetan akan kabur dari rumah kita, insya Allah.

5.       Minta Bantuan Seorang Peruqyah

          Bila kita belum bisa melaksanakan ruqyah rumah secara mandiri, atau sudah mencoba berkali-kali, namun gangguan tidak kunjung sirna, maka tidak ada salahnya kalau kita minta bantuan seorang peruqyah, atau orang muslim shalih lainnya yang mengerti tentang ruqyah syar’iyyah. Darinya kita bisa belajar, dan selanjutnya kita bisa melakukan ruqyah secara mandiri. Wallohu a'lam.[]

        
Sumber: Majalah Ghoib, Edisi 63, Th. IV