KIAT
PRAKTIS MEMBENTENGI RUMAH DARI GANGGUAN IBLIS
1.
Sering Melaksanakan Sholat Sunnah Di Dalamnya
Agar rumah tidak seram dan angker laksana kuburan. Agar rumah tidak menjadi
tempat nongkrong Iblis dan syetan, supaya rumah menjadi sarang kebaikan dan
keberkahan, maka hiasilah dengan sholat-sholat sebagaimana yang telah diajarkan
Rasulullah. Beliau bersabda, “Kerjakanlah
sholat kalian di rumah, dan janganlah kalian menjadikannya sebagai kuburan.”
(HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar).
Yang dimaksud di sini adalah sholat sunnah, sebagaimana diterangkan dalam
riwayatnya yang lain, “Wahai manusia,
sholatlah di rumah kalian. Karena sesungguhnya sholat seseorang yang paling
utama adalah di rumahnya, kecuali sholat yang wajib.” (HR. Bukhari dan
Muslim). Dan dalam sabdanya yang lain, “Apabila
seseorang telah melaksanakan sholatnya di masjid, maka hendaknya ia memberikan
bagian dari sholatnya untuk rumahnya. Karena Allah akan menjadikan kebaikan di
rumahnya karena sholat yang dilakukannya.” (HR. Muslim)
2.
Sering Membaca al-Qur’an Di Dalamnya
Rumah yang di dalamnya dibacakan al-Qur’an akan membawa banyak kebaikan dan
keberkahan. Karena para malaikat akan senantiasa turun dan menaungi para
pembaca al-Qur’an serta mendo’akan mereka. Turunnya malaikat adalah pertanda
kebaikan, dan syetan akan lari dari tempat yang dihadiri oleh para malaikat.Abu
Hurairah berkata, “Sesungguhnya rumah
akan terasa lapang dan lega oleh penghuninya, dan akan selalu didatangi para
malaikat dan dijauhi para syetan dan kebaikannya akan bertambah banyak bila
selalu dibacakan al-Qur’an di dalamnya. Dan rumah akan terasa sempit oleh
penghuninya, dan dijauhi oleh para malaikat dan didatangi oleh para syetan dan
kebaikannya pun akan semakin sedikit bila tidak dibacakan al-Qur’an di
dalamnya.” (Riwayat Dailami).
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Sesungguhnya
al-Qur’an itu adalah hidangan Allah, maka ambillah darinya selagi kalian mampu.
Karena saya tidak melihat sesuatu yang paling nihil dari kebaikan, kecuali
rumah yang tidak pernah dibacakan al-Qur’an sedikitpun. Dan hati yang di
dalamnya tidak ada sedikitpun dari kitab Allah adalah hati yang rusak,
sebagaimana rusaknya rumah karena tidak ada penghuninya.” (Riwayat Darimi)
3.
Membaca Surat al-Baqarah
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah
bersabda, ‘Janganlah menjadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya
rumah yang di dalamnya dibacakan al-Baqarah tidak akan dimasuki syetan.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi). Rasulullah SAW. bersabda, “… Bacalah surat al-Baqarah, sesungguhnya membacanya adalah barokah,
dan meninggalkannya adalah kerugian. Dan dengannya, para tukang sihir tidak
akan mampu berbuat apa-apa.” (HR. Ahmad, Muslim dan Ad-Darimi).
4.
Membaca Sepuluh Ayat dari Surat al-Baqarah
Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang membaca empat ayat dari awal surat al-Baqarah, ayat
Kursi dan dua ayat setelahnya, dan tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah,
maka syetan tidak akan mendekatinya, juga tidak akan mendekati keluarganya. Dan
tidak akan tertimpa sesuatu yang tidak disukainya.” (Riwayat ad-Darimi)
5.
Membaca Ayat Kursi
Kegunaan ayat tersebut sebagai benteng tidak hanya ditegaskan secara langsung
oleh Rasulullah SAW. tetapi juga diberitahukan oleh jin dan syetan itu.
Diceriterakan, bahwa Abu Ayyub al-Anshari mempunyai sebuah gudang yang berisi
kurma. Lalu datanglah hantu dan mencurinya. Kemudian ia mengadukan hal itu
kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Pergilah,
apabila kamu melihatnya, katakanlah, ‘Dengan nama Allah, taatilah seruan
Rasulullah!’. Kemudian ia pun menangkapnya, dan hantu itu berjanji bahwa ia
tidak akan mengulanginya. Abu Ayyub melepaskannya. Ketika Abu Ayyub datang ke
Rasulullah, Beliau bertanya, “Apa yang
dilakukan tawananmu semalam?” Abu Ayyub menjawab, “Ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Rasulullah bersabda, ‘Ia berbohong, dan sesungguhnya ia telah
terbiasa untuk melakukan kebohongan.” Selanjutnya Abu Ayyub menangkapnya
lagi dan berkata, “Aku tidak akan
melepaskanmu sampai aku membawamu ke Rasulullah”. Lalu ia berkata, “Aku akan memberitahumu sesuatu, ‘Bacalah
ayat Kursi di rumahmu, maka syetan dan lainnya tidak akan mendekatimu.”
Kemudian Abu Ayyub (melepaskannya), lalu mendatangi Rasulullah. Beliau
bertanya, “Apa yang dilakukan
tawananmu?”. Lalu ia memberitahukan apa yang telah didengarnya. Rasulullah
SAW. bersabda, “Ia telah berkata benar
kepadamu, padahal ia adalah pendusta.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Abdurrahman bin ‘Auf apabila masuk
rumahnya, selalu membaca ayat Kursi di empat pojok rumahnya. Demikian pula
pesan Rasulullah, “Apabila kamu hendak
tidur di pembaringan, bacalah ayat Kursi sampai tuntas, karena Allah senantiasa
menjagamu dan syetan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari,
dari Abu Hurairah).
Namun kita juga harus waspada apabila ada orang yang memberi bacaan ayat Kursi
sebagai amalan atau wirid untuk kepentingan ini itu atau untuk menggapai
kesaktian atau kedigdayaan. Karena cara yang salah dalam berdzikir tidak akan
mengantarkan kita kepada Allah, tetapi kepada syetan.
6.
Membaca Dua Ayat Terakhir Surat al-Baqarah
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca
dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah pada suatu malam, maka hal itu cukup
baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Mas’ud). Dalam riwayat lain
disebutkan, “Sesungguhnya Allah telah
menulis Kitab dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, dan Dia
berada di ‘Arsy. Lalu Dia menurunkan darinya dua ayat yang dengannya Dia
menutup surat al-Baqarah. Dan tidaklah keduanya dibaca pada suatu rumah dalam
waktu tiga malam, kecuali syetan tidak akan mendekatinya.” (HR. Ahmad,
Tirmidzi, Nasa’i)
7.
Membaca Do’a Saat Masuk Rumah
Masuk dan keluar rumah adalah pekerjaan rutinitas kita sehari-hari. Mungkin
karena begitu seringnya aktivitas itu kita lakukan dan kurangnya perhatian kita
akan pentingnya do’a masuk rumah, akhirnya kita masuk dan keluar rumah dengan
berlalu begitu saja, tanpa berdo’a terlebih dahulu. Khaulah binti Hakim
as-Sulamiyyah bercerita, Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa singgah di suatu rumah (tempat), lalu membaca, ‘Aku
berlindung dengan kalimat-kaliomat Allah yang sempurna dari kejahatan yang
telah Dia ciptakan’, niscaya dia tidak akan ada yang mencelakainya sampai ia
meninggalkan rumah (tempat) tersebut.” (HR. Imam Muslim).
Dalam riwayat lain, Abu Malik al-Asy’ari berkata: Rasuullah SAW. bersabda, “Apabila seseorang masuk rumahnya, hendaklah
ia membaca: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan waktu masuk
dan waktu keluar. Dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami
keluar, dan kepada Allah (Tuhan kami) kami bertawakkal’, lalu mengucapkan salam
kepada penghuninya.” (HR. Abu Daud).
8.
Mengucapkan Salam Saat Masuk
Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW. telah bersabda kepadaku, “Wahai anakku, apabila kamu masuk rumahmu,
maka ucapkanlah salam. Karena hal itu akan mendatangkan keberkahan kepadamu dan
juga kepada keluargamu.” (HR. Tirmidzi).
Imam Nawawi berkata, “Dianjurkan (bagi orang yang mau masuk rumah) untuk
membaca Basmalah. Dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Hendaklah ia
mengucapkan salam, baik di rumah itu ada orang atau tidak. Karena Allah telah
berfirman, “Maka apabila kamu memasuki
(suatu rumah) dari rumah-rumah (ini), hendaklah kamu memberi salam kepada
(penghuninya) yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang
ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi lebih baik.” (QS.
an-Nur:61).” (al-Adzkar:19). Sedangkan al-Qusyairi berkata, “Tuntunan Allah
dalam mengucapkan salam itu sifatnya umum, yaitu diucapkan saat memasuki setiap
rumah. Apabila rumah tersebut dihuni oleh orang muslim, maka ucapannya adalah; Assalamu’alaikum
wa rahmatullahi wa barakatuh. Dan apabila tidak ada penghuninya, maka
ucapkanlah; Assalamu’alaina wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin. Atau kalau
rumah itu dihuni oleh orang non muslim, maka ucapkanlah; Assalamu ‘ala
manittaba’al huda (Keselamatan atas orang yang mau mengikuti petunjuk) atau
Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin.” (Tafsir al-Qurthubi:
12/139)
9.
Membaca Basmalah Saat Membuka dan Menutup Pintu
Basmalah merupakan dzikir yang ringan diucapkan, tapi banyak orang yang lupa
untuk mempraktekkan. Termasuk saat membuka dan menutup pintu. Padahal dengan
bacaan itu kita akan mendapatkan kebaikan yang banyak dan dengan bacaan itu
pula, rumah kita akan terbentengi dari gangguan syetan. Kita tidak perlu lagi
menempelkan rajah atau isim diatas kusen pintu. Kita tidak butuh lagi jimat
atau pusaka untuk ditempel di dinding. Kita tidak memerlukan lagi bambu kuning
atau bawang putih untuk kita pasang di lubang angin-angin atau di pintu dan
jendela rumah yang kita tempati.
Rasulullah SAW. bersabda. “Apabila
seseorang masuk rumahnya, lalu membaca Bismillah pada saat masuk dan pada saat
makan, maka syetan berkata (kepada teman-temannya): Tidak ada tempat bermalam
dan tidak ada makan malam bagi kalian. Tetapi jika seseorang masuk rumahnya
dengan tidak membaca Bismillah, maka syetan berkata (kepada teman-temannya):
Kalian dapat bermalam. Bila ia tidak menyebut nama Allah saat makan, maka
syetan berkata (kepada teman-temannya): Kalian dapat tempat bermalam dan makan
malam.” (HR. Muslim). Dan dalam riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah
bersabda: “ … Dan tutuplah pintu kalian
seraya membaca Bismillah, karena syetan tidak akan mampu membuka pintu yang
tertutup (dengan baca Bismillah) … “. (HR. Bukhari dan Muslim).
10. Membaca
Basmalah Saat Mau Makan dan Minum
Semua makhluk hidup memerlukan makanan, termasuk jin. Hanya saja mereka
mempunyai menu makanan tersendiri, sebagaimana dijelaskan Rasulullah kepada Abu
Hurairah. Abu Hurairah bertanya, “Mengapa
kita tidak boleh beristinja’ (membersihkan diri setelah buang air besar) dengan
tulang dan kotoran binatang?” Rasulullah menjawab, “kedua benda itu adalah
makanan jin” (HR. Bukhari).
Tapi terkadang jin juga makan menu manusia. Tidak jarang mereka ikut nimbrung
dan menyantap makanan dan minuman yang sedang disantap manusia. Umaiyah bin
Makhsyi berkata, “Ketika Rasulullah
sedang duduk, ada seorang laki-laki sedang makan dan tidak baca Bismillah
sampai makanannya hampir habis hanya tinggal satu suapan. Lalu ketika dia
menyuapkan suapan itu ke mulutnya, dia membaca: Bismillahi awwalahu wa akhirahu (dengan nama Allah di awal dan
akhirnya). Lalu tertawalah Rasulullah, kemudian bersabda, ‘Syetan masih terus
makan bersamanya, tapi ketika dia membaca Bismillah, syetan pun langsung
memuntahkan apa yang ada di perutnya’.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)
Dari Umar bin Abi Salamah, ia berkata,”Sewaktu
saya masih belia dan berada dalam asuhan Rasulullah, tangan saya berada di atas
piring. Maka Rasulullah SAW. bersabda kepadaku, “Wahai anak muda! Bacalah
Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta mulailah makan dari apa
yang ada di dekatmu. Sejak itu saya selalu makan dengan cara seperti itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
11. Membaca
Basmalah Saat Membuka dan Menutup Lemari
Basmalah adalah bacaan yang sangat perlu untuk kita baca saat membuka atau
menutup pintu lemari atau pintu-pintu lainnya yang ada di rumah kita, agar uang
atau benda yang kita simpan di dalamnya terjaga dan terbentengi dari gangguan
usil syetan. Mungkin diantara kita ada yang pernah mengalami tiba-tiba jumlah
uang yang disimpan hilang beberapa lembar. Padahal kunci lemari selalu berada
dalam ‘kekuasaan’ kita, dan tak satu pun orang yang bisa membukanya, kecuali
dengan kunci itu. Bagi yang belum pernah mengalami kejanggalan semacam ini
dapat melakukan langkah preventif agar aman dari gangguan dan tangan jahil
syetan. Rasulullah SAW. bersabda, “… Dan
ikatlah (tutuplah) tempat-tempat air kalian dengan membaca Bismillah, dan
tutuplah wadah-wadah kalian dengan membaca Bismillah … “ (HR. Bukhari dan
Muslim)
12 Membaca
Basmalah Saat Menanggalkan Pakaian
Pakaian yang kita kenakan selain untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin,
juga untuk menutup aurat kita. Pada saat membuka pakaian, untuk menghindari
pandangan mata manusia kita bisa masuk ke ruang tertutup yang kita rasa aman dari
pandangan mereka. Namun dalam ruang tertutup itu, jangan dikira kita aman dari
pandangan mata makhluk lain. Contohnya: jin. Karena itu jangan biarkan mereka
memandang atau menikmati aurat kita. Sebab bisa jadi jin itu tertarik kepada
kita setelah melihat lekak lekuk tubuh kita. Perlu diketahui bahwa salah satu
motif jin merasuk ke tubuh seseorang, adalah karena jin itu suka atau jatuh
cinta kepada orang tersebut. Cegahlah aksi kurang ajar mereka dengan berdo’a
dan berdzikir kepada Allah saat akan menanggalkan pakaian.
Anas bin Malik berkata, “Rasulullah SAW. bersabda, ‘Penutup antara mata jin dan aurat bani Adam saat menanggalkan
pakaiannya adalah membaca Bismillah.” (HR. Thabrani). Dalam riwayat lain,
Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah memerintahkan
untuk menutup pintu-pintu dengan membaca Bismillah, dan menutup wadah (yang
terbuka) dengan membaca Bismillah, meskipun ia tidak menjumpai sesuatu kecuali
sepotong papan, maka hendaklah ditutupkan di atasnya dengan membaca Bismillah,
dan mematikan lampu dengan membaca Bismillah.” (Musnad Abu ‘Uwanah: 1/142)
13. Membaca
Basmalah Saat Masuk Kamar Mandi
Kamar mandi adalah tempat favorit syetan, bahkan merupakan salah satu sarang
syetan. Rasulullah SAW. bersabda, “Ketika
Iblis diturunkan Allah ke bumi. Iblis berkata, ‘Wahai Tuhanku, Engkau telah
menurunkanku di bumi, dan Engkau telah menjadikanku sebagai makhluk terkutuk.
Maka berikanlah untukku rumah.’ Tuhan berkata, ‘Rumahmu adalah kamar mandi … “
(HR. Thabrani).
Masih banyak umat muslim yang tidak berdo’a saat mau masuk kamar mandi. Bahkan
diantara mereka malah bernyanyi dan bersenandung saat masuk kamar mandi.
Ruangan mandi berubah menjadi studio musik atau studio rekaman. Padahal hal ini
justru memberi peluang bagi syetan untuk masuk ke dalam diri kita. Kita telah
memberi password kepada musuh kita untuk menjajah dan menguasai jiwa kita.
14. Membaca
Isti’adzah Saat Masuk Toilet
Terkadang bangunan toilet dan kamar mandi terpisah. Bisa dipastikan hampir tiap
hari kita masuk kamar yang sering disebut dengan kamar kecil atau toilet itu.
Hanya saja yang belum bisa dipastikan adalah apakah kita selalu berdo’a saat
akan memasuki tempat tersebut. Padahal Rasulullah SAW. sudah berpesan kepada
kita, hendaknya kita membaca do’a saat akan memasuki kamar kecil itu. Do’a yang
akan memblokir gangguan syetan dan mendatangkan keamanan dan kenyamanan serta
ketenangan apabila kita membaca dan mempraktekkannya dengan benar. Anas bin
Malik berkata, bahwa apabila Rasulullah SAW. masuk WC atau toilet, beliau
membaca: Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu
dari kejahatan syetan laki-laki dan syetan perempuan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah).
15. Membaca
Do’a Saat Mau Tidur
Tidur sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk memulihkan stamina agar manusia dapat
beraktifitas dengan baik, termasuk aktifitas beribadah kepada Allah SWT. Oleh
sebab itu, syetan punya kepentingan untuk mengganggu tidur manusia, agar
istirahatnya kacau dan tidak stabil. Dengan demikian akan mempengaruhi kualitas
ibadahnya akibat kesehatannya terganggu.
Untuk membentengi rumah kita dari kehadiran syetan yang bisa mengganggu tidur
kita, Rasulullah mengajarkan do’a agar kita menjadi nyaman dan tidak mendapat
gangguan. Salah satunya adalah dengan membaca. “Dengan nama Allah aku letakkan lambungku. Ya Allah, ampunilah dosaku,
usirlah syetanku, bebaskanlah tawananku dan jadikanlah aku di antara para
malaikat yang mulia.” (HR. Abu Daud) Di riwayat lain beliau menyeru kita
untuk membaca ayat Kursi. Ada juga riwayat lain, dimana beliau mempraktekkan
doa sebelum tidur dengan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas. Lalu
meniup kedua tangannya dan mengusapkannya keseluruh tubuh yang bisa
dijangkaunya, yang dimulai dari kepala dan bagian depan badannya, sebanyak tiga
kali. (HR. Bukhari)
16. Membersihkan
Rumah Dari Nyanyian
Pada hakikatnya lagu adalah sekumpulan kalimat yang disusun dengan apik lalu
disuarakan dengan enak. Kalau isi dan muatan lagu tersebut bisa mengingatkan kita
kepada Allah, maka lagu tersebut laksana kumpulan nasihat yang bisa memberi
kita semangat untuk berbuat kebaikan yang lebih banyak. Tapi kalau sebaliknya,
sebagaimana yang kita jumpai pada bait-bait dan lirik-lirik lagu dan nyanyian
dewasa ini, yang memuat syair yang jorok, mesum, amoral dan asusila, atau
lirik-lirik lagu yang mengajak kita pada kekafiran, kesyirikan, kemasksiatan
dan yang sejenisnya, maka kita harus menjaga darinya. Nyanyian semacam inilah
yang harus kita buang, kita bersihkan dari rumah kita.
17. Membersihkan
Rumah Dari Jimat-Jimat atau Benda-Benda Keramat
Benda-benda yang dianggap bertuah atau keramat itu pada hakikatnya tidak akan
memberikan keamanan atau perlindungan kepada kita. Justru sebaliknya
benda-benda itu akan menyeret kita kepada kesyirikan atau menduakan Allah.
Bahkan benda-benda itu akan mengundang datangnya syetan untuk masuk ke rumah
dan melakukan gangguan. Kenyataan di lapangan membuktikan, bahwa orang-orang
yang mempunyai masalah seputar gangguan jin, rata-rata rumahnya ada jimat,
isim, rajah dan benda keramat lainnya yang menghiasi dinding, pintu, jendela
atau tempat lainnya. Realita juga membuktikan, benda-benda seperti itu justru
sebagai sumber malapetaka. Mereka malah sering sakit-sakitan, diterpa kecemasan
dan ketakutan. Gangguan aneh-aneh yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan,
justru malah datang silih berganti. Kalaupun mereka tidak terganggu secara
fisik, mereka pasti terganggu secara non-fisik. Akidah mereka ternoda,
ketauhidan mereka tercemari. Karena mereka telah menggantungkan keselamatan
hidupnya kepada benda-benda tersebut, bukan kepada Allah. Itulah malapetaka
terdahsyat dan bencana terbesar dalam kehidupan seorang muslim. Seorang sahabat
yang bernama Uqbah bin Amir, menceriterakan bahwa Rasulullah tidak mau
membai’at orang yang masih memakai jimat. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang memakai jimat, maka ia telah syirik.” (HR. Ahmad
dan Hakim)
18.
Membersihkan Rumah dari Patung
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Patung adalah tiruan orang, binatang dan
sebagainya yang dibuat dari batu, tembaga, perunggu, kaca dan sebagainya.
Syari’at Islam melarang mengoleksi patung, karena dengan adanya patung di rumah
kita, maka malaikat pembawa rahmat yang bertugas untuk mendo’akan dan membawa
keberkahan dari Allah SWT. kepada penghuni rumah enggan untuk datang. Apabila
para malaikat enggan untuk masuk ke suatu rumah, maka rumah tersebut akan
didatangi dan dimasuki oleh syetan. Syetan dan teman-temannya akan betah dan
bersarang di rumah tersebut. Lalu melakukan gangguan dan godaan kepada penghuni
rumah yang ada. Dalam hal ini, dikecualikan boneka atau mainan anak-anak,
karena hal itu termasuk yang mendapat pengecualian dari Rasulullah SAW.
Sebagaimana yang pernah dilakukan Aisyah bersama teman-teman sebayanya, mereka
bermain-main boneka di depan Rasulullah, dan beliaupun membiarkannya alias
tidak melarangnya.
19.
Membersihkan Rumah dari Gambar yang Bernyawa
Islam tidak melarang aktivitas gambar-menggambar. Hanya saja Islam mengatur
umatnya untuk tidak menggambar objek yang bernyawa atau mempunyai roh. Karena
hal itu masuk dalam kategori perbuatan menyaingi apa yang telah diciptakan
Allah. Apalagi kalau yang digambar adalah objek yang bernyawa dengan
mengeksploitasi kemolekan tubuh wanita atau mempertontonkan aurat. Berarti ia
telah melakukan dua kesalahan.
Said al-Hasan berkata, “Saya pernah berada di sisi Ibnu Abbas. Lalu datanglah
seorang laki-laki seraya berkata, ‘Wahai Ibnu Abbas, saya adalah seorang
laki-laki yang mata pencahariannya adalah ketrampilan tangan (seni rupa), saya
berprofesi sebagai tukang gambar’. Ibnu Abbas berkata, ‘Saya tidak akan
memberitahumu kecuali apa yang sudah saya dengar dari Rasulullah SAW. Saya
telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda, ‘Barangsiapa
yang menggambar suatu gambar, maka Allah akan mengadzabnya sampai ia bisa
meniupkan ruh ke gambar tersebut, dan ia tidak akan bisa meniupkan ruh itu
selamanya’. Maka laki-laki itu pun menahan amarahnya (karena kecewa). Ibnu
Abbas berkata, ‘Kasihan kamu, kalau kamu tidak bisa meninggalkan seni
menggambarmu, maka gambarlah pohon, dan setiap apa saja yang tidak mempunyai
roh.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Itu adalah rambu-rambu Islam bagi orang-orang yang mempunyai jiwa melukis atau
menggambar. Dan bagi yang tidak mempunyai hobi menggambar, tapi suka mengoleksi
dan menikmati gambar, maka hindarilah untuk memajang lukisan dalam rumah,
apabila gambar tersebut dalam kategori mempunyai roh. Hal ini berkaitan dengan
keberkahan dan kebaikan rumah serta penghuni yang ada di dalamnya. Karena
beliau SAW. pernah bersabda, “Sesungguhnya
malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar.” (HR.
Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Hibban). Apabila malaikat pembawa keberkahan dan
kebaikan dari Allah enggan datang, maka syetanlah yang akan hadir dan menghuni
rumah kita.
20.
Membersihkan Rumah dari Lonceng
Lonceng yang biasa terdapat di gereja, ternyata selama ini juga dipakai oleh
sebagian kaum muslimin untuk diletakkan di rumahnya. Ada yang difungsikan
sebagai alat pemberitahuan kepada tuan rumah, bahwa ada tamu yang datang,
maupun sekedar hiasan rumah dan koleksi seni. Sementara di kampung-kampung,
lonceng biasa dipakaikan dileher binatang, agar ketika binatang itu lari bunyi
gemerincing lonceng akan terdengar. Padahal Rasulullah SAW. telah melarang
keberadaan lonceng-loncemg di rumah, atau yang digantungkan pada leher
anak-anak atau binatang ternak. Rasulullah bersabda, “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat lonceng. Malaikat
pun tidak akan mendampingi orang-orang yang di tempatnya ada lonceng.” (HR.
Abu Daud dan Nasa’i), karena sebagaimana sabdanya, “Lonceng adalah seruling syetan.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Ahmad).
Umar bin Khaththab pernah memecahkan lonceng-lonceng yang digantungkan pada
kendaraan putri Zubeir. Umar berkata, “Aku
telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya setiap lonceng itu ada
syetannya.” (HR. Abu Daud).
Adapun bel yang sering kita jumpai di rumah kita, sebagai alat pemberitahuan
kepada penghuni rumah, bahwa ada tamu yang datang, bukanlah termasuk dalam
kategori onceng yang dilarang keberadaannya dalam rumah seorang muslim.
21. Membersihkan
Rumah dari Anjing
Aisyah bercerita, “Suatu saat Rasulullah pernah membuat janji dengan malaikat
Jibril. Ketika jadwal pertemuan itu tiba, ternyata malaikat Jibril belum juga
datang. Seraya meletakkan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah berkata, ‘Allah
tidak akan mengingkari janji-Nya, tetapi kenapa malaikat jibril belum juga
datang?”’
Ketika Rasulullah menengok kanan-kiri, beliau melihat seekor anak anjing ada di
kolong tempat tidur, “sejak kapan anjing itu masuk?” Tanya beliau. “Entahlah” ,
jawab Aisyah.
Setelah anjing itu dikeluarkan, datanglah malaikat Jibril. Nabi bertanya,
“Kenapa kamu terlambat?” Jibril menjawab, “Karena di rumahmu tadi ada anjing.
Ketahuilah, kami tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan
gambar.” (HR. Muslim)
Yang dimaksud anjing di sini adalah semua jenis anjing, kecuali anjing untuk
berburu atau anjing untuk penjagan dan keamanan, dengan syarat anjing tersebut
tidak berwarna hitam. Karena Rasulullah bersabda, “Anjing hitam adalah syetan.” (HR. Muslim). Kalau kita mempunyai
anjing yang sudah terlatih untuk berburu atau menjaga keamanan, atau anjing
pelacak pelaku kejahatan dan kriminal, maka janganlah menaruhnya di dalam
rumah. Sediakan tempat tersendiri yang terletak di luar rumah, di gerbang rumah
atau di belakang rumah. Itu akan lebih aman dan nyaman. Kalau tidak ada tempat
lain, sebaiknya kita tidak usah memeliharanya, sekalipun anjing yang sudah
terlatih.
22.
Membersihkan Rumah dari Gambar Salib
Sekarang gambar salib tidak hanya bisa dijumpai oleh mereka yang berada di
gereja. Di pasar-pasar yang menjual aksesoris, banyak menjajakan
barang-barang hiasan dalam bentuk salib. Ironisnya, tidak hanya pengikut agama
Nashrani saja yang memakai aksesoris jenis ini. Banyak juga orang Muslim,
terutama di kalangan remajanya yang memakai salib sebagai hiasan dirinya. Entah
karena menjadi korban mode atau karena kebodohan, sehingga mereka ikut serta
menghasung simbol agama lain dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kebanyakan
mereka tidak tahu, bahkan seakan tidak mau tahu, bahwa apa yang mereka lakukan
adalah salah dan melawan sunnah. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah menyatakan, “Sesungguhnya aku diutus sebagai rahmat bagi
seluruh alam, juga sebagai petunjuk bagi semesta alam. Allah SWT. telah
memerintahkanku untuk memberantas nyanyian dan seruling, menghancurkan
patung-patung dan salib-salib, serta mengikis segala hal yang beraroma
jahiliyyah … “ (HR. Ahmad). Masih banyak riwayat-riwayat lain, yang
menjelaskan bahwa pada intinya Rasulullah tidak menghendaki adanya simbol
atau lambang salib di rumah kita.
Oleh karena itu, jangan kita mencoba-coba untuk menghadirkan lambang-lambang
salib di rumah kita, kalau kita tidak ingin rumah kita dijauhi oleh para
malaikat, dan didekati oleh iblis dan syetan.
23. Menutup
Rumah Bila Malam Tiba
Orangtua kita selalu melarang kita untuk keluar rumah bila Maghrib akan tiba.
Apa yang orangtua lakukan bukanlah pengaruh mitos. Tapi tindakan mereka itu
berdasar pada syari’at yang benar. Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah
bersabda, “Apabila telah datang waktu
malam, atau kalian telah memasuki petang, maka tahanlah anak-anak kalian,
karena waktu itu syetan berkeliaran atau bertebaran. Dan apabila telah berlalu
beberapa saat, maka lepaskanlah mereka. Dan tutuplah pintu-pintu dan sebutlah
nama Allah,karena syetan tidak akan bisa membuka pintu yang tertutup. Dan
tutupah tempat-tempat air kalian dan sebutlah nama Allah, dan tutuplah
wadah-wadah kalian dengan menyebut nama Allah, meskipun menutupnya dengan
penutup apapun yang ada … “ (HR. Bukhari dan Muslim)
24. Hindari
Adanya Ruang atau Kamar Kosong
Rumah yang luas dan nyaman adalah termasuk unsur yang membahagiakan manusia di
dunia ini. Rasulullah bersabda, “Empat hal
yang membuat seseorang bahagia; istri yang shalihah, rumah yang lapang,
tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman.” (HR. Ibnu Hibban). Akan
tetapi, jika kita membangun rumah, sebaiknya sesuaikanlah ruangan dengan
kebutuhan. Hindari adanya ruangan yang tidak terpakai lalu dibiarkan begitu
saja. Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah
telah bersabda kepadaku, ‘Kasur(kamar) untuk laki-laki (suami), kasur untuk
perempuan (istri), kasur yang ketiga untuk tamu, dan bila ada yang keempat,
untuk syetan.” (HR. Muslim, Nasa’i). Abu Daud dan Ahmad juga meriwayatkan
dengan inti yang sama.
Tapi kalau pada awalnya kita punya kamar yang banyak dalam rumah kita, lalu
penghuninya tidak menempati lagi, maka jangan dibiarkan ruangan itu kosong
begitu saja. Usahakan cari penghuni lain. Atau kalau tidak bisa, berilah
penerangan dalam ruangan tersebut, jangan dibiarkan gelap gulita. Bersihkan
kotoran atau debu yang ada. Bacakan ayat Allah di dalamnya. Jangan memberi
peluang kepada iblis dan syetan untuk menjadikan ruangan tersebut sebagai
hunian dan rumah mereka.
25. Menjalin
Kerjasama antar Anggota Keluarga
Yang dimaksud kerjasama di sini adalah, saling bantu dan tolong menolong antar
sesama anggota keluarga untuk membersihkan rumah yang dihuni dan menciptakan
rasa aman dan nyaman. Semua anggota keluarga harus menyadari bahwa iblis dan
syetan adalah musuh bersama, dan rumah yang dihuni juga punya potensi untuk
dijadikan syetan sebagai medan perang dan gangguan.
Betapa repotnya kalau dalam suatu keluarga tidak ada kerjasama dalam masalah
ini. Yang satu suka mengaji dan sholat di rumah, yang lainnya suka memasang
jimat dan rajah di dinding rumah. Yang satu membersihkan rumah dari salib dan
patung, yang lainnya suka memasang gambar-gambar seronok di dinding rumah. Yang
satu suka membaca surat al-Baqarah, yang lainnya suka mengundang dukun dan
pemburu hantu untuk membersihkan rumah dari gangguan. Di sinilah peran orangtua
(suami dan istri atau ayah dan ibu) sangat dominan. Mereka bertanggungjawab
untuk membina dan membimbing anak-anaknya agar mereka mengenal Allah dan
Rasul-Nya, dan menjadikan ajaran Islam sebagai tuntunan dalam pergaulan
keluarga atau rumah tangga.Wallohu a'lam[]
Sumber:
Majalah GHOIB, Edisi 62, Th. IV